Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Do'aku

Subhanallah Ya Allahh..
Begitu besarnya rasa cintaMu kepadaku..
Sehingga Engkau memilihku menjadi bagian dari orang-orang yang kuat...
Menjadi  orang-orang yang senantiasa berjuang dan bertahan melawan arus kehidupan..
Yaa Allah Yaa Rahman,,
Aku tahu,,,disaat Engkau berikan aku ujian dan cobaan
Dari sanalah Engkau meminta  bukti atas doa-doa yang kupanjatkan..
Ketika aku meminta kekuatan..
Maka Engkau akan memberikanku cobaan dan tantangan..
Engkau akan melihat sejauh mana aku bisa bertahan...
Sejauh mana aku bisa tetap mengingatMu..
Di saat aku berhasil melewatinya..
Engkau tinggikan derajatku disisiMu..
Subhanallah..Allahhu Akbar..
Jadikanlah aku hamba yang tetap berhusnuzhan atas alur cerita yang telah Kau gariskan untuk kehidupanku...
Yaa Allah Yaa 'Aziz..
Berikanlah aku kesabaran dan kekuatan seperti para Nabi kebanggaanMu..
Seperti  Nabi 'Ayub dengan penyakitnya..
Seperti Nabi Ibrahim ketika kaumnya hendak menghancurkannya...
Yaa Rabbi..
Aku sadari..masalah yang tengah kuhadapi saat ini
Tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ujian bagi para Nabi..
Bagi para penegak syariatMu..
Aku sadari.seharusnya aku tak putus asa..
tak menyerah dengan semua ini..
Karena harusnya aku tahu dan sadari..
Bahwa aku..masih memilikiMu disisiku..
Aku masih memiliki keluarga yang tulus menyayangiku..
Aku masih memiliki teman-teman dan guru-guru yang senantiasa menghibur dan membimbingku..
Aku yakin Yaa Allah..
Aku pasti bisa hadapi semua ini..
Jadikan Aku sebagai seorang Muslimah yang TANGGUH..
Seorang Muslimah yang TEGAR..
Seorang Muslimah yang bisa dibanggakan..!!
Yaa Allah..semoga semua ini membuatku lebih bijaksana dan lebih bersabar..
Karena ketika Engkau memberiku 1 masalah..
Engkau akan memberiku 100 cara untuk menyelesaikannya..

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan...??

Munajatku

Ya Tuhan...
Hamba tahu diri ini tak berarti apa-apa tanpa-MU
Bagaimana tidak lebih tak berarti lagi jika Engkau melenyapkannya

Ya Tuhan...
Jazad ini tak berdaya apa-apa tanpa pertolongan-Mu
Bagaimana tidak lebih tak berdaya lagi jika Engkau membinasakannya

Ya Tuhan...
Rahmat-Mu meliputi setiap apa yang ada di jagat raya ini
Bagaimana hamba tidak Engkau rahmati jika bagian darinya

Ya Tuhan...
Engkau mengiming-imingi hamba surga dan segala isinya
Bagaimana hamba tidak mengharapkan hal itu

Ya Tuhan...
Engkau menakut-nakuti hamba dengan api neraka dan siksanya
Bagaimana hamba tidak takut akan hal itu

Ya Tuhan...
Padahal Engkau memerintahkan hamba untuk menyembah-Mu
Hanya karena Engkau semata, bukan karena surga ataupun neraka

Ya Tuhan...
Engkau perintahkan hamba untuk selalu sabar
Bagaimana hamba bisa sabar dengan apa yang hamba tidak ketahui

Ya Tuhan...
Engkau perintahkan hamba untuk selalu bersyukur
Bagaimana hamba bisa syukur padahal syukur itu sendiri butuh disyukuri

Ya Tuhan...
Engkau yang maha terpuji....
Engkau yang maha tahu....
Engkau yang maha Rahman...
Engkau yang maha Rahim...

Ya Tuhan...
Hamba pasrahkan segala urusan hamba kepada-Mu
Karena hamba adalah semata-mata milik-Mu

Pengantin Baru

Yaa Allah, MahaPenyayang, MahaPengasih.
Hari ini, kami bersaksi, bahwa kedua pengantin
telah mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, kekasih kami.
Terima kasih, yaa Allah, bahwa kami yang hadir saat ini, Engkau perkenankan untuk men- tafakkuri salah satu dari tanda-tanda kebesaran-Mu, yaitu adanya pasangan-pasangan yang Engkau desain agar pasangan-pasangan itu merasa sakinah (tentram) dalam pelukan mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih-sayang) . Dengan tulus, kami doakan kedua pengantin. Sebab, setelah menikah, amanah di pundak mereka cukup berat, seperti yang disebut HR Bukhari-Muslim:
“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya,
dan ia harus mempertanggung-jawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia harus mempertanggung-jawabkan kepemimpinannya.”
Yaa Allah, permohonan kami semata-mata hanya kepada-Mu.Basahilah mereka dengan ridho-Mu selalu. Naungilah mereka dengan kasih sayang-Mu tiada henti. Dekaplah mereka dengan ampunan-Mu yang tak bertepi.
Yaa Allah, permintaan kami semata-mata hanya kepada-Mu. Penuhilah rumah tangga mereka dengan aroma wewangian baiti jannati (rumahku-surgaku)
atas dasar sakinah , mawaddah , wa rahmah.
Yaa Allah, bahagiakanlah mereka, laksana bahagianya Adam dan Hawa. Tentramkanlah mereka, laksana tentramnya Ibrahim dan Siti Hajar. Muliakanlah mereka, laksana mulianya Muhammad SAW dan Ummahaatil Mu’miniin .
Yaa Allah, berilah Pengantin Laki-laki kemudahan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW,
*. Bahwa, sebagai suami yang baik, Pengantin Laki-laki akan tiada terputus mengingat HR Al-Hakim: “ Tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.”
*. Bahwa, sebagai suami yang santun, Pengantin Laki-laki akan selalu berpedoman pada HR Tirmudzi dan Ibnu Majah yaitu tak akan sampai melakukan al-Baghyu (berperilaku zalim / sewenang-wenang / menganiaya orang lain), dan salah satu bentuk al-Baghyu adalah suami yang berbuat zalim terhadap istri sendiri.
*. Bahwa, oleh karena akhlaq Pengantin Laki-laki dalam memimpin keluarga benar-benar berusaha mencontoh Nabi Muhammad SAW, sehingga jika dalam sebuah kesempatan Pengantin Putri ditanya orang perihal suaminya, maka jawaban spontan dari sang istri adalah: “ Kana kullu amrihi ajaba ” (“Aduhai, semua perilaku dia indah”).
Yaa Allah, berilah Pengantin Putri kemudahan untuk bisa seperti Ummahaatil Mu’miniin ,
*. Bahwa, sebagai istri, Pengantin Putri tiada pernah lupa pesan Rasulullah SAW lewat HR Thabrani: “ Istri paling baik ialah yang membahagiakanmu bila kamu memandangnya, yang mematuhimu bila kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan hartamu bila kamu tak ada. ”
*. Bahwa, oleh karena akhlaq Pengantin Putri sebagai istri berkategori qurrota a’yun (yang menyejukkan pandangan dan menentramkan hati), maka, tampak sesekali Pengantin Laki-laki akan bergumam-bersaksi, “Demi Allah, tak ada yang dapat menggantikan dia.”
*. Bahwa, perilaku Pengantin Putri sebagai istri selalu mendapat ridha dari Pengantin Laki-laki , sang suami. Sebab, “ Bila seorang wanita meninggal, sementara sang suami ridha sekali dengan tingkah-lakunya ketika ia masih hidup, maka wanita itu masuk surga “ (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani, Al-Hakim) .
Kami tahu, yaa Allah, tidak mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci pernikahan ini dalam naungan ridha-Mu dan maghfirah- Mu. Kami tahu, yaa Allah, amat berat bagi mereka untuk mengelola lembaga yang bernama rumah-tangga dalam menghadapi serba-neka ujian-Mu. Oleh karena itu, sungguh kami mohon rahman dan rahim- Mu. Jika Engkau memberi mereka nikmat, bantulah mereka untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas anugerah-Mu itu. Jika Engkau memberi mereka cobaan, berilah mereka keteguhan hati dan kesabaran. Lalu, bangunkanlah mereka di tengah keheningan malam. Gerakkanlah bibir-bibir mereka untuk menyebut nama(-nama)-Mu yang suci. Basahilah sajadah mereka dengan air mata kekhusyu’an, ketika mereka merintih di hamparan rahman-rahim -Mu. Dan, jadikanlah saat-saat seperti itu sebagai waktu yang paling menentramkan hati mereka.
Yaa Allah, beri mereka kemampuan untuk melihat yang haq sebagai haq , dan pada saat yang sama beri pula mereka kecakapan untuk menegakkannya. Yaa Allah, beri mereka kemampuan untuk melihat yang bathil itu bathil , lalu di ketika yang sama beri juga mereka kecakapan untuk meninggalkannya.
Yaa Allah, indahkanlah rumah mereka dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah mereka dengan keturunan yang selalu membesarkan Asma-Mu. Penuhilah hidup mereka dengan amal-amal shalih yang Engkau ridhai. Jadikanlah mereka, yaa Allah, teladan yang indah bagi manusia. Untuk Pengantin Laki-laki dan Pengantin Putri, kami ulang do’a Rasulullah SAW saat sang putri -Fatimah Az-Zahra- menikah dengan Ali bin Abi Thalib R.A.: “Semoga Allah menghimpunkan yang terserak dari keduanya. Memberkahi mereka berdua. Dan, semoga, Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu-pintu rahmah, sumber ilmu, dan hikmah, serta memberi rasa aman bagi ummat”.
Baarokallaahu laka wa baaroka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fii khoyr (Semoga barakah Allah selalu tercurah kepada Pengantin Laki-laki dan Pengantin Putriserta keluarganya. Dan, semoga, Allah selalu menghimpunkan Pengantin Laki-laki dan Pengantin Putri dalam kebaikan).
Yaa Allah, beri kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Serta, bebaskanlah kami dari adzab neraka.

Do'aku untuk semuanya

Ya Allah.
Ampunilah jika hati ini penuh dengan kedengkian kepada saudara kami yang beriman,
Ampunilah jika hati kami penuh dengan kebencian dan kedendaman,
Ampunilah ya Allah jika hati ini kotor kepada mereka,
Ampunilah jika perilaku kami menyakiti hatinya.
Ya Allah,
Golongkan kami menjadi hamba yang pandai memanfaatkan umur yang tersisa ini,
Golongkan kami menjadi hamba yang pemaaf,
yang tulus kepada saudara yang menyakiti kami.
Golongkanlah kami menjadi hamba yang berlapang dada, kepada saudara yang menzalimi dan menyakiti hati ini.
Ya Allah,
Tolonglah kami ya Allah,
Berikanlah kekuatan bagi kami,
Jangan biarkan kami tergelincir,
Jangan biarkan kami terjerumus
Jangan biarkan kami tersesat.
Ya Allah,
Halanglah diri ini dari melakukan perbuatan maksiat,
Cegahlah kami dari perbuatan dosa,
Jauhkan kami dari apapun yang akan menjerumuskan
Kasihanilah kami ya Robb.
Ya Allah,
Engkau tahu, betapa fikiran kami jarang mengingatiMu,
betapa lisan kami,
jarang menyebut namaMu dengan ikhlas,
Ya Allah,
Jadikanlah malam ini menjadi malam ampunan,
Kenapa sulit sekali untuk memperbaiki diri,
sekarang bertaubat, besok berbuat dosa lagi,
sesungguhnya, kami ingin menjadi hamba yang soleh,
Tolonglah ya Allah,
berikan kekuatan bagi kami,
Jangan biarkan kami tergelincir,
Jangan biarkan kami terjerumus,
Jangan biarkan kami tersesat.
Ya Allah,
Hari berganti hari,
Bererti kian dekat dengan kematian kita,
sudah lama hidup kita mengkhianati Allah,
Akan datang saatnya,
malaikat maut datang menjemput kita,
sekaya apapun diri kita,
segagah apapun tubuh kita,
sehebat apapun kekuasaan kita
secerdas apapun akal kita
Kita pasti mati.
Ingatlah ! kita pasti mati.
Ya Allah,
Bukalah hati-hati yang masih tertutup,
Luluhkan hati yang masih keras membatu,
cahayai hati yang gelap gelita,
Gantikan hati yang penuh dengan kebencian dengan penuh kasih sayang,
Gantikan hati yang penuh dendam pada diri ini dengan perasaan kasih sayang,
Gantikan hati yang penuh kesombongan dengan hati yang tawadhu'.
Ya Allah,
Ya Hayyu Ya Qayyun Birahmatika nastaghib
wahuma ma'akum ainama kuntum
Allah Maha Mendengar
Allah Maha Dekat.
Jadikan malam ini malam penuh berkat,
malam diijabnya doa-doa
kepada siapa lagi kami meminta,
bukankah Engkau berjanji
akan mengabulkan doa-doa hambaMu
kami hanyalah makhluk busuk hina dina
sedangkan Engkau
Maha Agung,
Maha Suci,
Maha Mulia.
Ya Allah, kabulkan doa hamba-hambaMu ini
Ya Rahman Ya Rahiim
Selamatkan ayah ibu kami dunia dan akhirat
berikanlah kehidupan kami ini bahagia di dunia dan akhirat,
Berikanlah kami kecukupan dengan rezeki
yang halal dan barakah,
lepaskan kami dari jerutan hutang piutang,
jangan kami mati membawa hutang
kuatkan iman kami Ya Rabb
jangan biarkan dunia ini menipu
dan memperdayakan kami
Ya Allah,
berikanlah kepada kami kenikmatan beribadah
doa-doa yang Engkau ijabah,
titipkan kepada kami harta
jadikan kami ahli sedekah
undanglah kami ke Baitullah.
Ya Allah,
Jadikan sisa hidup ini bahagia dan mulia,
Jadikan akhir hidup kami khusnul khatimah,
Lapangkan kubur kami
Jauhkan dari kehinaan dari apapun jua.
Ya Allah,
Sedarilah golongan yang sentiasa mengkianati kerja-kerja Islam kami,
Bukakanlah hati mereka,
Dekatilah mereka dengan kesedaran
Jadikan mereka bangsa yang terhormat
Jangan asyik tidak menerima kerja-kerja ini yang disusun aturkan
Jangan jadikan mereka golongan yang pekak dan berniat jahat.
Kembalikanlah mereka ke jalan yang lurus.
Rabbana atina fiudunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar. Subhana rabbika rabbil idzzati 'amma yasifun wassalamun 'alal mursalin wal hamdulillahirobbil 'alamin,

Do'a mencari Ilmu



سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبنَّاَ لاَعِلْمَ لنَاَ اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا. إِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَعَلِمْنَامِنْ لَدُنْكَ عِلْمًا نَافِعاً يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ ياَذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. رَبِّ زِدْنِيْ عِلْماً. وَوَسِّعْ فِيَّ رِزْقِيْ. وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا رَزَقْتَنِيْ. وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ وَعَزِيْزًا فِيْ عُيُوْنِهِمْ وَاجْعَلْنِيْ وَجِيْهًا فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ. يَاكَثِيْرَ النَّوَالِ يَاحَاسَنَ الْفِعَالِ. يَاقَائِماً بِلاَ زَوَالِ يَامُبْدِئاً بِلاَ مِثَالِ فَلَكَ الْحَمْدُ وَاْلمِنَّةُ وَالشَّرَفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Janji

Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir.
Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji.
Sungguh Al-Qur`an telah memerhatikan permasalahan janji ini dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً
Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
Demikianlah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Hal ini mencakup janji seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji hamba dengan hamba, dan janji atas dirinya sendiri seperti nadzar. Masuk pula dalam hal ini apa yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.
Para Rasul Menepati Janji
Seperti yang telah dijelaskan bahwa menepati janji merupakan akhlak terpuji yang terdepan. Maka tidak heran jika para rasul yang merupakan panutan umat dan penyampai risalah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia, menghiasi diri mereka dengan akhlak yang mulia ini. Inilah Ibrahim ‘alaihissalam, bapak para nabi dan imam ahlut tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyifatinya sebagai orang yang menepati janji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِبْرَاهِيْمَ الَّذِي وَفَّى
Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (An-Najm: 37)
Maksudnya bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah melaksanakan seluruh apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ujikan dan perintahkan kepadanya dari syariat, pokok-pokok agama, serta cabang-cabangnya.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Nabi Ismail ‘alaihissalam:
إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ
Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya” (Maryam: 54)
Yakni tidaklah ia menjanjikan sesuatu kecuali dia tepati. Hal ini mencakup janji yang ia ikrarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun kepada manusia. Oleh karena itu, tatkala ia berjanji atas dirinya untuk sabar disembelih oleh bapaknya –karena perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala– ia pun menepatinya dengan menyerahkan dirinya kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 822 dan 496)
Adapun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperoleh bagian yang besar dalam permasalahan ini. Sebelum diutus oleh Allah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dijuluki sebagai seorang yang jujur lagi terpercaya. Maka tatkala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi rasul, tidaklah perangai yang mulia ini kecuali semakin sempurna pada dirinya. Sehingga orang-orang kafir pun mengaguminya, terlebih mereka yang mengikuti dan beriman kepadanya.
Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun keenam Hijriah berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah beserta para shahabatnya. Waktu itu Makkah masih dikuasai musyrikin Quraisy. Ketika sampai di Al-Hudaibiyah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin dihadang oleh kaum musyrikin. Terjadilah di sana perundingan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum musyrikin. Disepakatilah butir-butir perjanjian yang di antaranya adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun, tidak boleh saling menyerang, bahwa kaum muslimin tidak boleh umrah tahun ini tetapi tahun depan –di mana ini dirasakan sangat berat oleh kaum muslimin karena mereka harus membatalkan umrahnya–, dan kalau ada orang Makkah masuk Islam lantas pergi ke Madinah, maka dari pihak muslimin harus memulangkannya ke Makkah.
Bertepatan dengan akan ditandatanganinya perjanjian tersebut, anak Suhail –juru runding orang Quraisy– masuk Islam dan ingin ikut bersama shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah. Suhail pun mengatakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa jika anaknya tidak dipulangkan kembali, dia tidak akan menandatangani kesepakatan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya menandatangani perjanjian tersebut dan menepati janjinya. Anak Suhail dikembalikan, dan muslimin harus membatalkan umrahnya. Namun di balik peristiwa itu justru kebaikan bagi kaum muslimin, di mana dakwah tersebar dan ada nafas untuk menyusun kembali kekuatan. Namun belumlah lama perjanjian itu berjalan, orang-orang kafir lah yang justru mengkhianatinya. Akibat pengkhianatan tersebut, mereka harus menghadapi pasukan kaum muslimin pada peristiwa pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah) sehingga mereka bertekuk lutut dan menyerah kepada kaum muslimin. Dengan demikian, jatuhlah markas komando musyrikin ke tangan kaum muslimin. Manusia pun masuk Islam dengan berbondong-bondong. Demikianlah di antara buah menepati janji: datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Zadul Ma’ad, 3/262)
Para Salaf dalam Menepati Janji
Dahulu ada seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Anas bin An-Nadhr radhiyallahu ‘anhu. Dia amat menyesal karena tidak ikut perang Badr bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berjanji jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kepadanya medan pertempuran bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.
Ketika berkobar perang Uhud, dia berangkat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagian lari dari medan pertempuran. Di sinilah terbukti janji Anas. Dia terus maju menerobos barisan musuh sehingga terbunuh. Ketika perang telah usai dan kaum muslimin mencari para syuhada Uhud, didapati pada tubuh Anas bin An-Nadhr ada 80 lebih tusukan pedang, tombak, dan panah, sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya. Lalu turunlah ayat Al-Qur`an:
مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيْلاً
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya).” (Al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Ahzab, 3/484 dan Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 3200]
Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Dahulu kami –berjumlah– tujuh atau delapan atau sembilan orang di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda: “Tidakkah kalian berbai’at kepada Rasulullah?” Maka kami bentangkan tangan kami. Lantas ada yang berkata: “Kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu atas apa kami membaiat anda?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُوا الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَتَسْمَعُوا وَتُطِيْعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلاَ تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا
Kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya sedikitpun, kalian menegakkan shalat lima waktu, mendengar dan taat (kepada penguasa) –dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan kalimat yang samar– (lalu berkata), dan kalian tidak meminta sesuatu pun kepada manusia.”
‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sungguh aku melihat cambuk sebagian orang-orang itu jatuh namun mereka tidak meminta kepada seorang pun untuk mengambilkannya.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2334)
Seperti itulah besarnya permasalahan menepati janji di mata generasi terbaik umat ini. Karena mereka yakin bahwa janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tiada kalimat yang terucap kecuali di sisinya ada malaikat pencatat. Intinya, keimanan yang benar itulah yang akan mewariskan segala tingkah laku dan perangai terpuji.
Hal ini sangat berbeda dengan orang yang hanya bisa memberi janji-janji manis yang tidak pernah ada kenyataannya. Tidakkah mereka takut kepada adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala karena ingkar janji? Tidakkah mereka tahu bahwa ingkar janji adalah akhlak Iblis dan para munafikin? Ya. Seruan ini mungkin bisa didengar, tetapi bagaimana bisa mendengar orang yang telah mati hatinya dan dikuasai oleh setannya.
Iblis Menebar Janji Manis
Semenjak Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam ‘alaihissalam dan memuliakannya di hadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan menyalalah api permusuhan pada diri Iblis. Terlebih lagi ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutuknya dan mengusirnya dari surga. Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah sehingga dia mendapat teman yang banyak di neraka nanti. Berbagai cara licik dilakukan oleh Iblis. Di antaranya dengan membisikkan pada hati manusia janji-janji palsu dan angan-angan yang hampa.
Pada waktu perang Badr, Iblis datang bersama para setan pasukannya dengan membawa bendera. Ia menjelma seperti seorang lelaki dari Bani Mudlaj dalam bentuk seseorang yang bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia berkata kepada kaum musyrikin: “Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini. Dan aku ini sesungguhnya pelindung kalian.” Tatkala dua pasukan siap bertempur, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil segenggam debu lalu menaburkannya pada wajah pasukan musyrikin sehingga mereka lari ke belakang. Kemudian malaikat Jibril mendatangi Iblis. Ketika Iblis melihat Jibril dan waktu itu tangannya ada pada genggaman seorang lelaki, ia berusaha melepaskannya kemudian lari terbirit-birit beserta pasukannya. Lelaki tadi berkata: Wahai Suraqah, bukankah kamu telah menyatakan pembelaan terhadap kami?” Iblis berkata: “Aku melihat apa yang tidak kamu lihat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/330 dan Ar-Rahiq Al-Makhtum hal. 304)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيْءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ وَاللهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat (berhadapan), setan itu berbalik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak melihatnya; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (Al-Anfal: 48)
Tanda-tanda Kemunafikan
Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Seorang mukmin tampil beda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya. Bila telah berjanji ia menepatinya, dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, maka ia menjaganya. Sesungguhnya menepati janji adalah barometer yang dengannya diketahui orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hal. 382-383)
Menjaga Ikatan Perjanjian Walaupun Terhadap Orang Kafir
Orang yang membaca sirah (sejarah) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi Salafush Shalih akan mendapati bahwa menepati janji dan ikatan perjanjian tidak terbatas hanya sesama kaum muslimin. Bahkan terhadap lawan pun demikian. Sekian banyak perjanjian yang telah diikat antara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin, tetap beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, sampai mereka sendiri yang memutus tali perjanjian itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِلاَّ الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ
Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 4)
Dahulu antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma ada ikatan perjanjian (gencatan senjata) dengan bangsa Romawi. Suatu waktu Mu’awiyah bermaksud menyerang mereka di mana dia tergesa-gesa satu bulan (sebelum habis masa perjanjiannya). Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya mengatakan: “Tepatilah janji dan jangan berkhianat!” Ternyata dia adalah seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama ‘Amr bin ‘Absah. Mu’awiyah lalu memanggilnya. Maka ‘Amr berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Barangsiapa antara ia dengan suatu kaum ada perjanjian maka tidak halal baginya untuk melepas ikatannya sampai berlalu masanya atau mengembalikan perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.” Akhirnya Mu’awiyah menarik diri beserta pasukannya. (Lihat Syu’abul Iman no. 4049-4050 dan Ash-Shahihah 5/472 hadits no. 2357)
Kalau hal itu bisa dilakukan terhadap kaum musyrikin, tentu lebih-lebih lagi terhadap kaum muslimin, kecuali perjanjian yang maksiat, maka tidak boleh dilaksanakan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلىَ شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا
Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)
Menunaikan Nadzar dan Membayar Hutang
Di antara bentuk menunaikan janji adalah membayar hutang apabila jatuh temponya dan tiba waktu yang telah ditentukan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ
Barangsiapa yang mengambil harta manusia dalam keadaan ingin menunaikannya niscaya Allah akan (memudahkan untuk) menunaikannya. Dan barangsiapa mengambilnya dalam keadaan ingin merusaknya, niscaya Allah akan melenyapkannya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, lihat Faidhul Qadir, 6/54)
Adapun menunaikan nadzar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا
Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana.” (Al-Insan: 7)
Janji yang Paling Berhak Untuk Dipenuhi
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَحَقُّ الشُّرُوْطِ أَنْ تُوَفُّوا بِهَا مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوْجَ
Syarat/janji yang paling berhak untuk ditepati adalah syarat yang kalian halalkan dengannya kemaluan.” (HR. Al-Bukhari no. 2721)
Yakni syarat/janji yang paling berhak untuk dipenuhi adalah yang berkaitan dengan akad nikah seperti mahar dan sesuatu yang tidak melanggar aturan agama. Jika persyaratan tadi bertentangan dengan syariat maka tidak boleh dilakukan, seperti seorang wanita yang mau dinikahi dengan syarat ia (laki-lakinya) menceraikan isterinya terlebih dahulu. (Lihat Fathul Bari, 9/218)
Larangan Ingkar Janji terhadap Anak Kecil
Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan agama Islam, meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela.
Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan: ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku: ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab: ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ
Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)
Di dalam hadits ini ada faedah bahwa apa yang biasa diucapkan oleh manusia untuk anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah diharamkan. (‘Aunul Ma’bud, 13/ 229)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ فِي جِدٍّ وَلاَ هَزْلٍ، وَلاَ أَنْ يَعِدَ أَحَدُكُمْ وَلَدَهُ شَيْئًا ثُمَّ لاَ يُنْجِزُ لَهُ
Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 300)
Larangan Menunaikan Janji Yang Maksiat
Menunaikan janji ada pada perkara yang baik dan maslahat, serta sesuatu yang sifatnya mubah/boleh menurut syariat. Adapun jika seorang memberikan janji dengan suatu kemaksiatan atau kemudaratan, atau mengikat perjanjian yang mengandung bentuk kejelekan dan permusuhan, maka menepati janji pada perkara-perkara ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman, dan wajib untuk tidak menunaikannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ
Tidak boleh menepati nadzar dalam maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahihul Jami’ no. 7574)
Surga Firdaus bagi yang Menepati Janji
Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman lagi bersih. Dan surga bertingkat-tingkat keutamaannya, sedangkan yang tertinggi adalah Firdaus. Darinya memancar sungai-sungai yang ada dalam surga dan di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman. Tempat kemuliaan yang besar ini diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang baik, di antaranya adalah menepati janji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)
Ingkar Janji Mendatangkan Kutukan dan Menjerumuskan ke dalam Siksa
Siapapun orangnya yang masih sehat fitrahnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.
Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ. الَّذِيْنَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لاَ يَتَّقُوْنَ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (Al-Anfal: 55-56)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ إِسْتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.” (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)
Khatimah
Demikianlah indahnya wajah Islam yang menjunjung tinggi etika dan adab pergaulan. Ini sangat berbeda dengan apa yang disaksikan oleh dunia saat ini berupa kecongkakan Yahudi, Nasrani, dan musyrikin serta pengkhianatan mereka terhadap kaum muslimin.
Saat menapaki sejarah, kita bisa menyaksikan, para pengkhianat perjanjian akan berakhir dengan kemalangan. Tentunya tidak lupa dari ingatan kita tentang nasib tiga kelompok Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir, dan Bani Qainuqa’ yang berkhianat setelah mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berujung dengan kehinaan. Di antara mereka ada yang dibunuh, diusir, dan ditawan.
Mungkin watak tercela itu sangat melekat pada diri mereka karena tidak adanya keimanan yang benar. Tetapi bagi orang-orang yang mendambakan kebahagiaan hakiki dan ditolong atas musuh-musuhnya, mereka menjadikan etika yang mulia sebagai salah satu modal dari sekian modal demi tegaknya kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terwujudnya harapan. Yakinlah, Islam akan senantiasa tinggi, dan tiada yang lebih tinggi darinya. Wallahu a’lam.

Rumahku Syurgaku

Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.
Sebagaimana kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga,baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik.
Dengan dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan.Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik.
Dan dia akan selalu bersamamu. Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan, berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu.
Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang.
Allah berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.
(QS. 30:21)
Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus.
Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk. Oleh karenanya, inilah sedikit pesan Anda para suami;
Di dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya kemungkinan Anda tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas.
Anda jangan membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah sesekali Anda luangkan waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri Anda. Ingat rasul juga pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a. Keluar dengan istri sesering mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall bersama.
Selalu jaga romantika dalam hubungan Anda. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang Anda rasakan perlu untuk menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan.
Sebagaimana rasul bersabda untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai,
“Katakanlah kepadanya kalau engkau mencintai saudaramu,”
sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah. Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.
Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu istrinya naik ke atas unta.
Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan Anda dengan Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan Anda akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan kedamaain dalam hubungan Anda dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan Anda dengan istri di rumah.
Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholatlayl (sholat malam/tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya untuk sholatlayl sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.
Lakukan usaha terbaikmu untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya, minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda
“Yang terbaik diantara kamu adalah terbaik memperlakukan istrinya”.
Adalah hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya sampai maut memisahkan mereka. Saya percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat baik. Tetapi hal ini tidak cukup. Anda harus mencintai apa yang dicintai istri Anda. Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi kecintaan Anda pula.
Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat.
Sebagaimana rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah cemburu.
Cintailah istri Anda, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya sampai maut memisahkan tetapi sampai Anda dikumpulkan bersama kelak di akhirat, insya Allah.

Do'a Mencakup Segalanya

Allahumma Ya Allah... Dengan segala kerendahan hati ku meminta, Ya Allah... Berikanlah kecukupan umur baginya... Karuniakanlah nikmat sehat walafiat kepadanya... Sinari hatinya dengan pancaran cahaya iman... Perteguh hatinya dalam iman taqwa... Luaskanlah Hatinya lapangkanlah dadanya... Mudahkan dan berkahi rezekinya... Arahkan hatinya kepada kebaikan... Hindari hatinya dari kejahatan... Bimbinglah hajatnya untuk kehidupannya, agamanya, dunia dan akhiratnya... Allahumma Ya Allah ... Jika dia jatuh hati izinkanlah dia menyentuh hati seseorang yanghatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh dia dalam jurang cinta nafsu ... Jagalah hatinya agar tidak berpaling daripada melabuhkan hatinya pada hati-Mu... Jika dia rindu, rindukanlah dia pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu... Allahumma Ya Allah... Jangan biarkan Sobatku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kejalan-Mu... Allahumma Ya Allah ... Karuniakanlah Sahabatku keberkahan dalam kesenangan, ketenangan, kecemerlangan & hidayah dari-Mu selama menempuh perjalanan serta liku-liku hidupnya di dunia dan di akhirat kelak... " Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengabulkan Doa maka kabulkanlah permohonan hamba-Mu ini, Ya Rahman.. Ya Rahiim.."

Do'a Hamba Yang Penuh Dosa

ya allah Robb … Syurga apapun tak layak aku huni Subuhku kesiangan, dhuhurku sisa kelelahan Nikmat apapun tak pantas aku miliki Asharku kesorean, maghribku asal-asalan Kesolehan apapun tak cocok aku akui Isyaku tanpa ke khusuan, tahjjudku hanya khayalan. Kehormatan apapun tak wajar aku dapati Kerjaku tak bermakna, karyaku tak punya arti Peraturan kuacuhkan, undang-undang kusingkirkan Halal haram kugabungkan menjadi pencaharian Kesombongan kubanggakan, kemaksiatan kulestarikan Menyakiti sesama kujadikan sarapan Penderitaan orang kutertawakan. Sungguh sempurna aib pada diriku Aib pada-Mu, pada diriku, pada keluargaku Tak ada amal yang menjadi pembelaan Tak ada pengabdian yang menjadi harapan Tak ada syafa’at yang diidamkan Tapi ya Robb … Kupastikan tubuhku terlalu rapuh tuk masuk neraka-Mu Jiwaku terlalu kerdil tuk menangkal hinaan- Mu Meski hidup ini bergumul dengan dosa dan nista Masih jua kunantikan ampunan-Mu Robb … Tak ada yang patut pada diriku Dirumah aku tak menjadi teladan Dimata istriku tak menjadi tumpuan Dimata anak ku tak menjadi harapan Dimata keluargaku tak menjadi bilangan Dimata tetanggaku tak pula diperhitungkan Dimata masyarakatku tak dibanggakan ya Robb … Hidupku hanya duri dalam dunia Keberadaanku hanya nestafa dalam jagad raya Karena kebodohan dan alfa Meski demikian, ya Robb … Sisakanlah bekal ketauhidan dalam jiwaku Agar masih ada suatu kerinduan Menggapai manisnya diri-Mu Agar masih ada jalan meskipun remang Mencapai madu hidayah-Mu Semoga kasih sayang-Mu Tak terhalang oleh batas dan waktu ya Robbi … Waktu berlalu tak kuhiraukan Padahal waktu itu tak akan kembali Hidupku terasa masih seribu tahun lagi Padahala jika Engkau mau, besokpun nyawa ini pergi ya Robb … Tak ada kaka-kata bela jika Engkau Tanya Tak ada jawaban jika Engkau soal Tak satupun jasaku memberatkan timbangan amal Kecuali naungan ke ridha an mu … Kasih sayang-Mu Engkau berlakukan untuk ku ya Robbi … Tak ada lagi dalam tubuh ini selain sari kemaksiatan Tak ada lagi dalam daging ini selain pati keharaman Tak ada lagi dalam badan ini selain nilai kesubhatan Tak ada lagi dalam jiwa ini selain kebathilan Tak ada lagi dalam fikiran ini selain lubuk kekeruhan ya Robbi … Terkadang aku malu berdoa lagi pada-Mu Karena kukira telah tertutup pintu ijabah untuk ku Terkadang aku malu berharap lagi akan rahmat-Mu Karena kukira semuanya telah terhalang oleh nistaku Terkadang aku malu munajat lagi pada-Mu Karena ku kira segalanya telah terhijab oleh dosaku ya Robbi … Kemana lagi aku harus lari Menghindar dari kejaran-Mu Kemana lagi aku harus lari Menghindar dari ancaman-Mu Tak ada tempat ya Robb … Tak ada yang diluar sepengetahuan-M u Satu-satunya yang akan menyelematkanku hanyalah Sifat-Mu yang maha Rahman Rahim.....

kualitas do'a

Ada tiga hal bagaimana agar doa kita terkabulkan.
1. Kualitas keimanan yang berdoa. Doa setiap hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan dikabulkan sangat tergantung pada kualitas keimanan atau keyakinan hambanya yang berdoa. Ada seorang Istriyang berdoa ditengah malam senantiasa diiringi dengan tetesan air mata untuk suaminya yang selingkuhbertaubat dan pulang ke rumah. Keesokan harinya suami pulang ke rumah. Allah seperti menggiring suaminya ke jalan yang benar. Kualitas keyakinan istri akan dikabulkannya doa oleh Allah yang membuat doanya mudah dikabulkan.
'' Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku kabulkan.'' (QS. Ghafir : 60).
2. Kualitas ketaqwaan yang berdoa. Setiap orang yang akan berdoa hendaknya meningkatkan keimanan dan ketaqwaanNya sehingga jika doa kita memang karena patut untuk dikabulkan. Saya pernah bertemu dengan seorang pengusaha yang mengalami kemajuan pesat didalam usahanya bertutur pada saya, kemajuan dibidang usaha berbanding lurus dengan kemajuan dibidang spiritual. Sholatnya ditingkatkan, shodaqohnya ditingkat, maka dengan sendirinya perusahaan meningkat pesat karena doa semua karyawannya.
'' Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Diaakan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka . Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakanketen tuan bagi tiap-tiap sesuatu. '' (QS. At-Thalaaq : 3).
3. Amal Kebaikan. Sebelum kita meminta dalam doa. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengabulkan permintaan kita, jika memang kita memang telah pantasmenerima nilai yang seharusnya kita terima. Berilah kontribusi lebih besar dari apa yang kita inginkan dalam doa. Amal kebaikan yang telah kita lakukan salah satu faktor penyebab dikabulkan sebuah doa. Lakukanlah amal kebaikan seperti menolong orangyang sedang dalam kesusahan maka Allah akan membantu kita ketika kita dalam kesulitan.
Barang siapa membantu orang yang sedang dalam kesulitan maka Allah akan membantunya di dunia dan diakhirat (H.R. Muslim)
Maka tidaklah mustahil kita adalah orang yang berdoa senantiasa dikabulkan oleh Allah karena memang kecintaan kita kepada Allah dan Allah mencintai kita. Sebagai seorang kekasih apapun yang diminta oleh pujaan hatiNya, apapun yang diminta akan selalu diberi.Bahkan sebelum memintapun sudah diberi. Alangkah indahnya bila hidup ini senantiasa bila hati kitadipenuhidengan kecintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Do'a Untuk Anak

Ya Robb
Jika malam datang
Nyalakan bintang gemintang
Agar anakku tidak tersesat dalam gelap
Dan kembali menemukan petunjuk arah
Menuju jalan-Mu
Ya Robb
Jika siang menjelang
Bakar keberanian di dadanya
Agar anakku tegar menghadapi dunia
Dan bertahan menghadapi ujiannya
Ya Robb
Jika purnama sempurna
Susupi dalam jiwa pancaran pesonanya
Agar ia mengenali keindahan
Dan menghadapi hidup ini dengan senyuman
Ya Robb
Saat fajar menyingsing
Bangunkan lelapnya ya Robb
Agar hatinya sigap
Dan bersemangat menatap kehidupan
Ya Robb
Jika hujan turun
Basahi amarahnya dengan air arasy-Mu
Agar ia selalu tunduk dan tawadhu
Dalam menerima segala takdir-Mu
Ya Robb
Jadikan lautan sebagai waduk besarku
Agar mampu menampung samudera kasihku
Pada anak-anakku
Ya Robb
Jadikan bukit dan gunung tiang- tiang yang kokoh
Agar mampu menopang selangit cintaku
Pada anak-anakku
Ya Robb
Jadikan kebaikan mereka semua
Sebagai pondasi rumah kami
Di surga-Mu

Do'a Do'a

1.Do’a Menolak Bencana
Laa ilaaha illalaahul kariimul ‘azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul ‘arsyil ‘azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naari.
Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya ‘arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa’i)
Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)
2.Do’a Kesembuhan / Kesihatan Diri
Allahumma ‘aafinii fii badanii. Allaahuma ‘aafinii fi sam’ii. Allaahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaaha illaa anta.
Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)
3.Do’a Dilindungi Dari Rupa-rupa Penyakit
Allahumma innii a’uudzubka minal barashi wal junuuni wal judzaani wa sayyi’il aswqaami
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari penyakit celup, penyakit gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk lainnya.
4.Do’a Menjenguk Orang Sakit/Kecelakaan
Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sa asyfi antasy syaafii laa syifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba’sa rabban naasi biyadikasy syifaa’u, laa aasyifa lahu illaa anta, as’alullaahal ‘azhiima, rabbal ‘ arsyil ‘azhiimi an-yasfiyaka.
Artinya : Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya ‘arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda. (HR. Bukhari dan Muslim)
5.Do’a Mengobati Orang Sakit
Bismillahirrahmaanirrahiimi. A’uudzu bi’izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhadziru
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang kuperoleh dan yang kutakuti. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmi-dzi dan Nasai).
6.Do’a Menghadapi Musibah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uuna. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wakhluf lii khairan minhaa.
Artinya : Sesungguhnya kami memiliki Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah kami pahala dalam misibahku in dan berilah pengganti yang lebih baik. (HR. Muslim)
7.Do’a Membimbing Orang Sekarat
Astaghfirullaahal ‘azhiimaa …… Laa Ilaaha Illallaahu muhammadun rasuulullaahi ….
Artinya : Aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (dibaca terus-menerus istighfar dan syahadat tersebut pada telinga orang yang hampir wafat itu). (Tertunjuk dalam HR. Muslim, Abu Daud dan Hakim).
8.Do’a Di Sisi Orang Yang Telah Wafat
Allaahummaghfirlii wa lahu wa’aqibnii minhu ‘uqbaa hasanatan.
Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan orang ini dan berilah aku ganti yang baik daripadanya. (HR. Muslim)
9.Do’a Masuk Pekuburan Muslim
Assalamu ‘alaykum ahlad diyaari minal my’miniina wa innaa insyaa’allaahu bikum laahiquuna. As’alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata.
Artinya : Salam sejahtera bagimu wahai penghuni kampung orang-orang mu’min. Kami in insya Allah akan bertemu dengan anda sekalian. Kumohonkan pada Allah kesejahteraan bagi kami dan bagi anda sekalian. (HR. Muslim)
10. Do’a Terhindar dari Kesulitan dan Penderitaan
Biismillaahi ‘alaa nafsii wa maalii wa diinii, allaahumma radhinii biqadhaa’ika wa baarik lii fiimaa quddiralii hatta laauhibbaa\ ta’jiila maa akhkharta wa ta’khiira maa ‘ajjalta
Artinya : Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku. (HR. Ahmad dan Ibnu Gibban)
11. Do’a Menghadapi Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan, Takut, Kikir, Banyak Hutang Dan Penindasan
Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.
Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.
12. Do’a Ketenangan Jiwa
Rabhanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wahshurnaa ‘alal qawmil kaafirina. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu. Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa ‘amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma ‘innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika
Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.
Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.
Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.
13. Do’a Mohon Ketenangan Dalam Menghadapi Musibah
Allahummarzuqnii nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika
Artinya ; Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridiha menerima segala ketetapan-Mu
14. Do’a Ketika Menghadapi Kesulitan
Allahumma Laa shla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan
Artinya : Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu Hibban)
15. Do’a Dimudahkan Segala Urusan
Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni’mati fil asy-yaa’I kullihaa wasy syukra laka ‘alayhaa hattaa tardhaa wa ba’dar ridhaa, wal khiyarata fii jamii’I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii’I masyuuril umuuri kullihaa laa bima’suurihaa yaa kariimu.
Artinya : Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni’mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.
16. Do’a Mohon Husnul Khatimah
Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika
Artinya : Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baiknya hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. (Disebutkan oleh an-Nawawi)
17. Do’a Waktu Bersin dan Jawaban yang Mendengarnya
Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina. (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam),
kemudian dijawab oleh orang yang mendengarnya :
Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmati anda), lalu orang yang yang bersin itu menjawabnya pula dengan : Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalaku (Semoga Allah memberi hidayat bagi anda dan membaguskan keadaan anda). (HR. Bukhari)
18. Do’a Diberi Kesenangan Hidup
Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayal latii fiihaa ma’aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta raahatan lii min kulli syarrin.
Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)
19. Do’a Berlindung Dari Mahluk Jahat
A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa khalaqa
Artinya : Aku berlindung dengan menyebut kalimat-kalimat Allah Yang Maha sempurna dari segala kejahatan apa yang telah diciptakan-Nya.
20. Do’a Dapat Bersyukur, Bersabar dan Tidak Menonjolkan Jasa
Allahummaj’alnii syakuuran waj’alnii fii ‘aynii shaghiiran wa fii a’yunin naasi kabiiran.
Artinya : Ya allah, jadikanlah aku orang yang berterima kasih pada-Mu, jadikanlah aku orang yang sabar, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku tapi orang yang besar dalam pandangan orang lain.
21. Do’a Mengunjungi Pengantin Baru
Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihii wa jama’a baynakumaa fi khayrin
Artinya : Semoga allah memberkati masing-masing kamu berdua (mempelai) terhadap temannya, dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majalah)
Baarakallahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fi khayrin
Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
22. Do’a Ketika Melihat Bayi Baru Lahir
Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin.
Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)
23. Do’a Mohon Putera yang Shalih
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinna qurrata a’yunin waj’alnaa limuttaqiina imaaman.
Artinya : Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan anak-cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqan, 74)
24. Do’a Mohon Dianugerahi Rizki yang Berkah
Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al awsa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii wanqithaa’i umrii.Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘am-man siwaaka.Allaahumma in nii as-aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allaahumma innii as-alukan na’iimal muqiinal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.
Artinya : Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik.
Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku.
Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni’mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.
25. Do’a Bagi Kedua Orangtua
Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiran.
Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.

Ku Sentuh Dirimu Dengan Alunan Do'a

Ya Alloh..Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini,terkadang Hatiku merasa rindu pada dia insan yang ku cintai dalam diamku… Ya Robb..Biarlah ku simpul dalam setiap do'a do'a dalam Istikhorohku kepadaMU Rasa ini,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut bertahta dan bersemi indah karna RidhoMU…. Ya Robb…Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar-benar PilihanMU bukan Semata mata Pilihan Nafsuku. Ya Robb,Bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku,bisa membimbing dan membawa ku lebih dekat padaMu, Maka dekatkanlah diri dengannya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah,mawaddah,warrohmah..Tapi kalau bukan dia yang terbaik,Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta,Jadikanlah kekagumanku seperti orang lain kagum padanya,,Engkaulah Maha membolak balikkan hati, Maka ku titipkan rasa ini,ku serahkan semuanya padaMu,karena semua ini adalah milikMu..

Spesial Untuk Penyempurna Agamaku

Tangan ini mulai menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu
Aku mulai bertanya-tanya..
Adakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang.
Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu
Tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya
Sering kali aku mendengar ungkapan “ KAU TERCIPTAUNTUKKU”
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat ini
Karena diselubungi jahiliyah.
Rahmat dan hidayah ALLAH yang diberikan kepada diriku,kini aku mengerti
Bahwa pada satu hari nanti aku harus mengambil satu tanggung jawab
Yang memang diciptakan khas untuk diriku …..
Yaitu dirimu………
Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik,spiritual dan juga intelektual
Untuk bertemu denganmu
Aku menginginkan pertemuan kita yang pertama ,aku kelihatan ‘sempurna’ dihadapanmu
Walau hakikatnya masih banyak kelemahan diri ini
Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggung jawab
Yang harus aku emban ketika dipertemukan denganmu
Aku coba membatasi pembicaraanku dengan gadis lain
Yang hanya dalam lingkaran urusan penting
Karena aku risau ,aku menceritakan rahasia diriku kepadanya.
Karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya
Karena dirimu adalah sebagian dariku
Dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala lahir bhatin diriku ini
Apabila diriku memakai kopiah,aku digelar ustadz
Diriku diselubungi jubah,digelar syeikh
Lidahku mengajak manusia kea rah makruf digelar da’i
Bukan itu yang aku minta
Karena aku hanya mengharapkan keridhoan ALLAH
Yang aku takuti,diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku
Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku
Aku risau imanku akan lemah
Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini
Rasulullah S.A.W pernah bersabda “ Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang laki-laki melainkan wanita”
Aku khawatir amalanku bukan sepenuhnya untuk Rabb ku
Tetapi untuk makhluknya.
Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini
Aku khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka, meninggalkan kau seorang diri di syurga
Aku merasa bersalah kepada diriku karena khawatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain.
Aku Sukar untuk mencari dirimu
Karena dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau
Tetapi aku yakin jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan ALLAH tanamkan dalam diri kita
Tugas pertamaku bukan mencari dirimu, Tetapi mensholehkan diriku
Sukar untuk mencari sholeha dirimu andai solehku tidak sebanding dengan kesholehanmu
Janji ALLAH pasti kupegang dalam misi mencari dirimu
“wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik pula”
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta,
Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada disisi
Setiap kali aku merasakannya, aku mengenang dirimu
Disana engkau setia menunggu diriku tetapi disini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana
Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku
Disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu
Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.
Saat dimana aku bakal melamarmu,akan kulihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita.
Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta,wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delimatetapi cukup Cuma akidah sekuat akar,ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi
Kahwinilah istri karena empat perkara
Keturunan,harta,rupa dan agama
Dan kau memilih agama ,engkau tidak akan menyesal
Jika aku dipertemukan dengan dirimu,
Akan ku jaga perasaan kasih ini
Agar tidak tercurahsebelum masanya
Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita
Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cap Halal untuk mendapatkanmu
Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita
Nabi ADAM a.s dan siti hawa yang menikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati perkawinan yang menjanjikan ketenangan jiwa.ketentraman hati dan kedamaian batin
Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu
Karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebagian agamaku.

Do'a Untuk Penyempurna Agamaku

Tangan ini mulai menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu
Aku mulai bertanya-tanya..
Adakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang.
Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu
Tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya
Sering kali aku mendengar ungkapan “ KAU TERCIPTAUNTUKKU”
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat ini
Karena diselubungi jahiliyah.
Rahmat dan hidayah ALLAH yang diberikan kepada diriku,kini aku mengerti
Bahwa pada satu hari nanti aku harus mengambil satu tanggung jawab
Yang memang diciptakan khas untuk diriku …..
Yaitu dirimu………
Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik,spiritual dan juga intelektual
Untuk bertemu denganmu
Aku menginginkan pertemuan kita yang pertama ,aku kelihatan ‘sempurna’ dihadapanmu
Walau hakikatnya masih banyak kelemahan diri ini
Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggung jawab
Yang harus aku emban ketika dipertemukan denganmu
Aku coba membatasi pembicaraanku dengan gadis lain
Yang hanya dalam lingkaran urusan penting
Karena aku risau ,aku menceritakan rahasia diriku kepadanya.
Karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya
Karena dirimu adalah sebagian dariku
Dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala lahir bhatin diriku ini
Apabila diriku memakai kopiah,aku digelar ustadz
Diriku diselubungi jubah,digelar syeikh
Lidahku mengajak manusia kea rah makruf digelar da’i
Bukan itu yang aku minta
Karena aku hanya mengharapkan keridhoan ALLAH
Yang aku takuti,diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku
Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku
Aku risau imanku akan lemah
Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini
Rasulullah S.A.W pernah bersabda “ Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang laki-laki melainkan wanita”
Aku khawatir amalanku bukan sepenuhnya untuk Rabb ku
Tetapi untuk makhluknya.
Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini
Aku khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka, meninggalkan kau seorang diri di syurga
Aku merasa bersalah kepada diriku karena khawatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain.
Aku Sukar untuk mencari dirimu
Karena dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau
Tetapi aku yakin jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan ALLAH tanamkan dalam diri kita
Tugas pertamaku bukan mencari dirimu, Tetapi mensholehkan diriku
Sukar untuk mencari sholeha dirimu andai solehku tidak sebanding dengan kesholehanmu
Janji ALLAH pasti kupegang dalam misi mencari dirimu
“wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik pula”
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta,
Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada disisi
Setiap kali aku merasakannya, aku mengenang dirimu
Disana engkau setia menunggu diriku tetapi disini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana
Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku
Disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu
Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.
Saat dimana aku bakal melamarmu,akan kulihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita.
Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta,wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delimatetapi cukup Cuma akidah sekuat akar,ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi
Kahwinilah istri karena empat perkara
Keturunan,harta,rupa dan agama
Dan kau memilih agama ,engkau tidak akan menyesal
Jika aku dipertemukan dengan dirimu,
Akan ku jaga perasaan kasih ini
Agar tidak tercurahsebelum masanya
Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita
Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cap Halal untuk mendapatkanmu
Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita
Nabi ADAM a.s dan siti hawa yang menikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati perkawinan yang menjanjikan ketenangan jiwa.ketentraman hati dan kedamaian batin
Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu
Karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebagian agamaku

ku titipkan Dia kepadaMU ya Robbi

Ya Alloh..Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini,terkadang Hatiku merasa rindu pada dia insan yang ku cintai dalam diamku… Ya Robb..Biarlah ku simpul dalam setiap do'a do'a dalam Istikhorohku kepadaMU Rasa ini,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut bertahta dan bersemi indah karna RidhoMU…. Ya Robb…Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar-benar PilihanMU bukan Semata mata Pilihan Nafsuku. Ya Robb,Bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku,bisa membimbing dan membawa ku lebih dekat padaMu, Maka dekatkanlah diri dengannya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah,mawaddah,warrohmah..Tapi kalau bukan dia yang terbaik,Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta,Jadikanlah kekagumanku seperti orang lain kagum padanya,,Engkaulah Maha membolak balikkan hati, Maka ku titipkan rasa ini,ku serahkan semuanya padaMu,karena semua ini adalah milikMu..