Sakaratul Maut

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :
  1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
    Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
  2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
    Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
  3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu'ah, 62: 8)
  4. Kematian datang secara tiba-tiba.
    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
  5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat|
    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".
Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka".
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".
Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..

Menuntun Hati

Kita tak perlu bercita-cita membangun kota Jakarta lbh baik kita bercita-cita tiap orang bisa membangun diri sendiri. Paling minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu. Karena sebelum ia memperbaiki keluarga dan lingkungan minimal dia mengetahui kekurangan dirinya. Jangan sampai kita tak mengetahui kekurangan sendiri. Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas dasi dan merk. Jangan sampai kita tak mempunyai diri kita sendiri. Jadi target awal dari pertemuan kita adl membuat kita berani jujur kepada diri sendiri. Mengapa demikian? Sebab seorang bapak tak bisa memperbaiki keluarga kalau ia tak bisa memperbaiki diri sendiri. Jangan mengharap memperbaiki keluarga kalau memperbaiki diri sendiri saja tak bisa. Bagaimana berani memperbaiki diri jika tak mengetahui apa yg mesti diperbaiki. Kita harus mengawali segala dgn egois dahulu sebab kita tak bisa memperbaiki orang lain kalau diri sendiri saja tak terperbaiki. Seorang ustad akan terkesan omong kosong jika ia berbicara tentang orang lain agar memperbaiki diri sedang ia sendiri tak benar. Dalam bahasa Al-Qur’an “Sangat besar kemurkaan Allah terhadap orang berkata yg tak diperbuatnya”.Mudah-mudahan seorang ibu yg tersentuh mulai mengajak suaminya. Seorang anak mengajak orang tua di kantor seorang bos yg berusaha memperbaiki diri diperhatikan oleh bawahan dan membuat mereka tersentuh. Seorang kakek dilihat oleh cucu kemudian tersentuh. Mudah-mudahan dgn kegigihan memperbaiki diri nanti daya tahan rumah mulai membaik. Kalau sudah daya tahan rumah membaik insyaAlloh kita bisa berbuat banyak utk bangsa kita ini. Mudah-mudahan nanti tiap rumah tangga visi tentang hidup ini menjadi baik. Tahap selanjut adalah mau dibawa kemana rumah tangga kita ini apakah mau bermewah-mewahan mau pamer bangunan dan kendaraan atau rumah tangga kita ini adl rumah tangga yg punya kepribadian yg nanti akan menjadi nyaman. Jangan sampai rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yg hubuddunya krn semua penyakit akar dari cinta dunia ini. Orang sekarang menyebut materialistis. Bangsa ini roboh karena pecinta dunia terlalu banyak. Acara tv membuat kita menjadi yakin bahwa dunia ini alat ukur adl materi. Pelan tapi pasti kita harus mulai mengatakan dunia ini tak ada apa-apanya. Di dunia ini kita hanya mampir. Dengan konsep yg kita kenal yaitu rumus ‘tukang parkir’. Yang tadi bangga dengan merk menjadi malu dgn topeng yg dikenakannya. Nanti pelan-pelan akan menjadi begitu.Bukan kita harus hidup miskin. Nanti akan terjadi suasana di rumah tak goyah lbh sabar melihat dunia menjadi tak ada apa-apa dan tak sombong. Lihat kembali rumus ‘tukang parkir’ ia punya mobil tak sombong mobil ganti-ganti tak takabur diambil satu persatu sampai habis tak sakit hati. Mengapa ? krn tukang parkir tak merasa memiliki hanya tertitipi.Ketika melihat orang kaya biasa saja krn sama saja cuma menumpang di dunia ini jadi tak menjilat kepada atasan tak minder suasana kantor yg iri dan dengki jadi minimal. Saudara-saudaraku SekalianJadi visi kita terhadap dunia ini akan berbeda. Kita tak bergantung lagi kepada dunia tak tamak tak licik tak serakah. Hidup akan bersahaja dan proporsional. Sekarang kita sedang krisis masa ini dapat menjadi momentum krn dgn krisis harga-harga naik kecemasan orang meningkat ini kesempatan kita buat berdakwah. Mau naik berapa saja harga tak apa-apa yg penting terbeli. Jika tak terjangkau jangan beli yg penting adl kebutuhan standar tercukupi. Orang yg sengsara bukan tak cukup tetapi krn kebutuhan melampaui batas. Padahal Alloh menciptakan kita lengkap dgn rezekinya. Mulai dari buyut kita yg lahir ke dunia tak punyaapa-apa sampai akhir hayat masih makan dan dapat tempat berteduh terus. Orang tua kita lahir tak membawa apa-apa sampai saat ini masih makan terus berpakaian dan berteduh. Begitu pula kita sampai hari ini. Ha saja disaat krisis begini kita harus lbh kreatif. Mustahil Alloh menciptakan manusia tanpa rezeki kita akan bingung menghadapi hidup. Semua orang sudah ada rezekinya. Dan barangsiapa yg hati akrab dgn Alloh dan yakin segala sesuatu milik Alloh tiada yg punya selain Alloh kita milik Alloh. Kita hanya mahluk dan yg membagi menahan dan mengambil rezeki adl Alloh. Orang yg yakin seperti itu akan dicukupioleh Alloh. Jadi kecukupan kita bukan banyak uang tetapi kecukupan kita itu bergantung dgn keyakinan kita terhadap Allah dan berbanding lurus dgn tingkat tawakal. Alloh berjanji “Aku adalah sesuai dgn prasangka hamba-Ku”. Jadi jangan panik. Alloh penguasa semesta alam. Ini kesempatan buat kita utk mengevaluasi pola hidup kita. Yang membuat kita terjamin adl ketawakalan. Jadi yg nama musibah bukan kehilangan uang bukan kena penyakit musibah itu adl hilang iman. Dan orang yg cacat adl yg tak punya iman ia gagal dalam hidup krn tak mengerti mau kemana.Jadikita tak punya alasan utk panik. Krisis seperti ini ada diman-mana kita harus kemas agar berguna bagi kita. Kita tak bisa mengharapkan yg terbaik terjadi pada diri kita tapi kita bisa kemas agar menjadi yg terbaik bagi diri kita. Kita tak bisa mengharapkan orang menghormati kita tapi kita bisa membuat penghinaan orang menjadi yg terbaik bagi diri kita. Hal pertama yg harus kita jadikan rahasia kecukupan kita adl ketawakalan kita dan kedua adalah prasangka baik kepada Allah yg ketiga adl Lainsakartum laadziddanakum”Barangsiapa yg pandai mensyukuri ni’mat yg ada” Alloh akan membuka ni’mat lainnya. Jadi jangan takut dgn belum ada krn yg belum ada itu mesti ada kalau pandai mensyukuri yg telah ada. Jadi dari pada kita sibuk memikirkan harga barang yg naik lbh baik memikirkan bagaimana mensyukuri yg ada. Karena dgn mensyukuri ni’mat yg ada akan menarik ni’mat yg lainnya. Jadi ni’mat itu sudah tersedia. Jangan berpikir ni’mat itu uang. Uang bisa jadi fitnah. Ada orang yg dititipi uang oleh Alloh malah bisa sengsara krn ia jadi mudah berbuat maksiat. Yang nama ni’mat itu adl sesuatu yg dapat membuat kita dekat dgn Alloh. Jadi jangan takut soal besok/lusa takutlah jika yg ada tak kita syukuri.
Satu contoh hal yang disebut kurang syukur dalam hidup itu adl kalau hidup kita itu Ishro yaitu berlebihan boros dan bermewah-mewahan. Hati-hati yg suka hidup mewah yang senang kepada merk itu adl kufur ni’mat. Mengapa? Karena tiap Alloh memberi uang itu ada hitungannya. Mereka yg terbiasa glamour hidup mewah yang senang kepada merk termasuk yg akan menderita krn hidup akan biaya tinggi. Pasti merk itu akan berubah-ubah tak akan terus sama dalam dua puluh tahun. Harus siap-siap menderita krn akan mengeluarkan uang banyak utnuk mengejar kemewahan utk menjaga dan utk perawatannya. Dia juga akan disiksa oleh kotor hati yaitu riya’. Makin mahal tingkat pamer makin tinggi. Dan pamer itu membutuhkan pikiran lebih lelah dan tegang krn rampok akan berminat. Ingin diperlihatkan tapi takut dirampok jadi pening. Makin tinggi keinginan pamer makin orang lain menjadi iri/dengki. Pokok kalau kita terbiasa hidup mewah resiko tinggi. Ketentraman tak terasa. Hal yg bagus itu adl yg disebut syukur yaitu hidup bersahaja atau proporsional. Kalau Amirul Mukminin hidup sangat sederhana kalau seperti kita ini hidup bersahaja saja biaya dan perawatan akan murah. Kalau kita terbiasa hidup bersahaja peluang riya kecil. Tidak ada yg perlu dipamerkan. Bersahaja tak membuatorang iri. Dan aneh orang yg bersahaja itu punya daya pikat tersendiri. Pejabat yg bersahaja akan menjadi pembicaraan yg baik. Artis yg sholeh dan bersahaja selalu bikin decak kagum. Ulama yg bersahaja itu juga membuat simpati. Juga harus hati-hati kita sudah capai-capai hidup glamor belum tentu dipuji bahkan saat sekarang ini akan dicurigai.Yang paling penting sekarang ini kita ni’mati budaya syukur dgn hidup proporsional. Jangan capai dgn gengsi hal itu akan membuat kitabinasa. Miliki kekayaan pada pribadi kita bukan pada topeng kita. Percayalah rekan-rekan sekalian kita akan meni’mati hidup ini jika kita hidup proporsional.Nabi Muhammad SAW tak memiliki singgasana istana bahkan tanda jasa sekalipun hanya memakai surban Tetapi tak berkurang kemuliaa sedikitpun sampai sekarang. Ada orang kaya dapat mempergunakan kekayaannya. Dia bisa beruntung jika ia rendah hati dan dermawan. Tapi ia bisa menjadi hina gara-gara pelit dan sombong. Ada orang sederhana ingin kelihatan kaya inilah yg akan menderita. Segala sesuatu dikenakan segala dicicil dikredit. Ada juga orang sederhana tapi dia menjadi mulai krn tak meminta-minta jadi terjaga harga dirinya. Dan ada orang yg mampu dan ia menahan diri ini akan menjadi mulia. Mulai sekarang tak perlu tergiur utk membeli yg mahal-mahal yg bermerk. Supermarket mal dan sebagai itu sebenar tak menjual barang-barang primer. Alloh Maha Menyaksikan. Apa yg dianjurkan Islam adl jangan sampai mubadzir. Rasul SAW itu kalau makan sampai nasi yg terakhir juga dimakan krn siapa tahu disitulah barokahnya. Kalau kita ke undangan pesta jangan mengambil makanan berlebihan. Ini sangat tak islami. Memang kita enak saja rasa tapi demi Alloh itu pasti dituntut oleh Alloh. Dan itu mempengaruhi struktur rezeki kita karena kita sudah kufur ni’mat. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan tiap perbuatan kita krn tak ada yg kecil dimata Alloh. Tidak ada pemborosan karena semua dihitung oleh Alloh.Contoh mandi kalau bisa bersih dgn lima sampai tujuh gayung tapi mengapaharus dua puluh gayung. Kita mampu beli air tetapi bukan utk boros. Ini penting kalau ingin barokah rezeki hematlah kuncinya. Kalau merokok biaya yg kita keluarkan adl besar hanya untuk membuang asap dari mulut kita. Jangan cari alasan. Seharus sudah saat berhenti merokok. Cobalah ingat ini uang milik Alloh. Kemudian sabun mandi jangan memakai sesuka kita takarlah atau kalau perlu pakai sabun batangan. Kenapa kalau kita bisa hemat tak kita lakukan. Uang penghematan kita bisa gunakan utk sedekah atau menolong orang yg lbh membutuhkan. Sedekah itu tak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah dan bertambah. Ini pelajaran supaya hidup kita dijamin oleh Allooh. Kita tak bisa terjamin oleh harta/tabungan kalau Alloh ingin membuat penyakit seharga dua kali tabungan kita sangat gampang bagi Allah. Tidak ada yg dapat menjamin kita kecuali Alloh oleh krn itu jangan merasa aman dgn punya tabungan tanah dan warisan. Dengan gampang Alloh dapat mengambil itu semua tanpa terhalang. Aman itu justru kalau kita bisa dekat dgn Alloh. Mati-matian kita jaga kesehatan kalau Alloh inginkan lain gampang saja. Semua harta tak bisa kita ni’mati tetapi kalau Alloh melindungi kita Insya Alloh. Marilah hidup hemat tetapi hemat bukan berarti pelit. Proporsional atau adil adl puncak dari ahlak Contoh HP kalau tak terlalu perlu jual saja lagi. Janganlah dimiliki kalau hanya utk gaya saja. Penghematan akan mengundang barokah inilah yg disebut syukur ni’mat. Tujuan bukan mencari uang tetapi mempertanggung jawabkan tiap rupiah yg Alloh titipkan. Hal lain yg membuat barokah adl jika kita dapat mendayagunakan semua barang-barang kita. Di gudang kita pasti banyak barang yg tak kita pakai tetapi sayang utk dibuang. Coba lihat lemari pakaian kita banyak baju-baju lama begitu juga sepatu-sepatu lama kita. Keluarkanlah barang-barang yg tak berharga tersebut. Misalkan dirumah kita ada panci yg sudah rongsokanjika kita keluarkan ternyata merupakan panciidaman bagi orang lain. Di rumah kita tak terpakai tetapijika dipakai orang lain dgn kelapangan dan mengeluarkan doa bisa jadi itulah yg membuat kita terjamin. Kalau kita ikhlas demi Allah itu lbh menjamin rezeki kita daripada tak terpakai di rumah. Setiap barang-barang yg tak bermanfaat tetapi bermanfaat bagi orang lain itulah pengundang rezeki kita. Bersihkanrumah kita dari barang-barang yg tak berguna. Lebih baik rusak digunakan orang lain daripada rusak dibiarkan di rumah itu akan barokah rezekinya. Ini kalau kita ingin terjamin nama teori barokah. Kita takakan terjamin dgn teori ekonomi manapun. Sudah berapa banyak sarjana ekonomi yg dihasilkan oleh universitas di negeri ini tetapi Indonesia masih saja babak belur.Rumus pertama adl bersahaja kedua adl total hemat ketiga adl keluarkan yg tak bermanfaat yg keempat adl tiap kita mengeluarkan uang harus menolong orang lain atau manfaat. Kalau mau belanja niatkan jangan hanya mencari barang tetapi juga menolong orang. Belilah barang di warung pengusaha kecil yg dapat menolong omzetnya. Hati-hati dgn menawar pilihan kalau itu merupakan hal yg adil. Jangan bangga kalau kita berhasil menawar. Nabi Muhammad SAW bahkan kalau beli barang dilebihkan uang dari harga barang yg sebenarnya. Tidak akan berkurang harta dgn menolong orang. Jangan memilih barang-barang yg bagus semua pilihlah yg jelek sebagian. Kita itu untung jika membuat sebanyak mungkin orang lain untung. Jangan jadi bangga ketika kita sendiri untung orang lain tidak.
Jika kita jadi pengusaha kita jadi kaya ketika karyawan diperas tenaga gaji hanya pas buat makan sedang kita berfoya-foya demi Alloh kita akan rugi. Pengusaha Islam sejati tak akan berfoya-foya ia akan meni’mati karyawan sejahtera. Sehingga tak timbul iri yg ada adl cinta. Cinta membuat kinerja lbh bagus perusahaan lbh sehat. Kalau kapitalis pengusahanya bermewah-mewah ketika bawahan menderita. Jadi timbul dendam dan iri tiap ada kesempatan akan marah seperti yg terjadi di Bandung kemarin. Tetapi kalau kita senang mensejahterakan mereka anak kita sekolahkan. Dia merasa puas dan itulah nama keuntungan. Jadi mulai sekarang tiap membelanjakan uang harus menolong orang membangun ekonomi umat. Jadi tiap keluar harus multi manfaat bukan hanya dapat barang. Dengan membeli barang di warung kecil mungkin uang untuk menyekolahkan anak membeli sejadah membeli mukena Subhanallah. Saudara-saudaraku SekalianJadi krisis seperti ini akan berdampak positif kalau kita bisa mengemas dgn baik. Nanti ketika strategi rumah kita sudah bersahaja kehidupan kita jadi efisien anak-anak terbiasa hidup hemat kita di rumah tak mempunyai beban dgn banyak barang. Barang yg ada di rumah harus ada nilai tambah nyabukan biaya tambah. Setiap blender harus ada nilai produktif misal utk membuat jus kemudian dijual pasti barokah. Bukan membuat biaya tambah krn harus diurus dirawat dan membutuhkan pengamanan barang yg seperti ini tak boleh ada di rumah kita. Rezekikita pasti ada tinggal kita kreatifsaja. Tidak perlu panik Allah Maha Kaya. Sebagai amalan lain dalam situasi sesulit apapun tetaplah menolong orang lain krn tiap kita menolong orang lain kita pasti ditolong oleh Alloh. Jika makin pahit makin getir harus makin produktif bagi orang lain. Baik sukses maupun tak tetap lakukan dimanapun kita berada. Ketika kita sedang berjalan kakikemudian ada mobil yg hendak parkir bisa kita beri aba-aba. Ketika kita menyetir mobil ada yang mau menyebrang dahulukan saja kita tak tahu apa yg akan menimpa kita esok hari. Ketika kita sedang mengantri ada orang yg memotong berhentilah sebentar dgn mengalah berhenti barang lima menit tetapi membuat banyak orang bahagia. Jadi insya Alloh kalau hati kita sudah berbenah baik krisis ini akan lbh membuat hidup kita lurus. Hidup ini tak akan kemana-mana kecuali menunggu mati. Latihlah supaya kita sadar bahwa kita pasti mati tak membawa apa-apa. Kita hanya mampir sebentar di dunia ini.

Menjaga Hati

Secara umum manusia memiliki 3 potensi penting. Potensi pertama adalah potensi fisik, sehingga jika kita mampu mengelola fisik dengan baik, insya Allah kita akan menjadi manusia yang kuat dan produktif. Bahkan Islam sangat menganjurkan agar kita memiliki fisik yang sehat. Almu'minuni qowiyyu, mu'min yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mu'min yang lemah.
Dalam catatan sejarah, sampai usia 6 tahun Nabi Muhammad Saw memiliki tubuh yang benar-benar atletis. Beliau memulai peperangan pada usia 53 tahun. Dan tentu saja, perang zaman dulu tidak perang seperti zaman sekarang. Ketika itu Rasulullah Saw memakai baju besi hingga dua lapis dan mengarungi padang pasir sejauh ratusan kilometer. Itu artinya fisik beliau sangat prima.
Akan tetapi, ternyata tidak selamanya orang yang berfisik baik itu mulia sebagaiaman kemuliaan Rasulullah. Bahkan tidak jarang manusia yang berbadanbagus malah menjadi hina akibat keindahan fisiknya. Wanita bertubuh bagus tidak identik dengan wanita yang mulia, malah tidak sedikit wanita berbadan bagus menjadi turun derajatnya karena dia gemar memamerkan tubuhnya. Di sisi lain ada juga orang yanggara-gara badannya bagus menjadi stress karena takut jadi tidak bagus. Setiap hari waktunya habis untuk memikirkan badannya. Ikut senam, diet dan membeli bermacam-macam obat supaya tubuhnya tetap bagus. Secara tidak langsung orang seperti ini justru tersiksa dengan keindahan tubuhnya.  Sekali lagi, kita memang harus meningkatkan potensi fisik, namun potensi ini tidak identik dengan kemuliaan seseorang, jika tidak mampu menjaganya dengan hati-hati.
Potensi yang kedua adalah akal. Kita dikaruniai akal oleh Allah dan akal inilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal kita dapat memikirkan ayat-ayat Allah di alam ini sehingga kita dapat mengelola dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.
Kendati demikian, potensi akal juga bukanlah potensi yang dapat menentukan mulia atau tidaknya seorang manusia. Di Indonesia ini begitu banyak orang yang pintar, tapi mengapa Indonesia masuh juga terpuruk? Setiap tahun puluhan ribu sarjana dikeluarkan oleh kampus-kampus yang ternama. Tapi mengapa korupsi masih juga merajalela? Rasanya kecil kemungkinan kalau korupsi itu dilakukan oleh orang-orang yang bodoh. Bagaiamana tidak? Uang negara, uang rakyat yang dikuras jumlahnya bukan hanya dalam bilangan jutaan atau miliaran, tapi juga triliunan rupiah. Kalau orang bodoh rasanya dia tidak akan kuat berpikir jauh-jauh seperti itu. Artinya pintar tidak identik dengan kemuliaan. Jika tidak hati-hati, mempunyai anak pintar juga tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Ada yang anaknya pintar sementara orang tuanya hanya lulusan SD atau SMP, malah jadi menghina orang tuanya.
Demikianlah memang. Badan yang kuat tidak selalu menggambarkan kemuliaan, akal pikiran yang pintar juga tidak selalu membuat oang menjadi mulia. Jadi apasih yang bisa membuat orang mulia? Inilah potensi ketiga yang ada pada diri manusia yang tidak setiap orang mampu menjaga serta mengembangkannya. Dialah yang dinamakan hati. Hati inilah potensi yang bisa melengkapi otak cerdas dan badan kuat menjadi mulia. Dengan hati yang hidup inilah orang yang lumpuh pun bisa menjadi mulia, orangyang tidak begitu cerdas pun dapat menjadi mulia. Ada sebuah syair yang mungkin bisa menggambarkan betapa hati bisa sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang.
"Bila hati kian bersih, pikiran pun selalu jernih, semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih; Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlaqpun kan terpuruk, dia jadi makhluk terkutuk. Bila hati kian lapang, hidup susah tetap tenang, walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan tenang; Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit, seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit".
Masya Allah, andaikan hati kian bersih tentu akan nikmat sekali menjalani hidup ini. Kalau hati kita ini bersih dan sehat, maka pikiran pun bisa menjadi cerdas. Kenapa? Karena tidak ada waktu untuk berpikir licik, dengki atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sebab, kalau tidak hati-hatibenar maka hidup kita itu sangat melelahkan. Sekali saja kita tidak suka kepada seseorang, maka lambat laun kebencian itu akan memakan waktu, produktivitas dan memakan kebahagiaan kita, kita akan lelah memikirkan orang yang kita benci.
Karenanya bila hati kita bersih, maka pikiran bisa menjadi jernih. Tidak ada waktu buat iri, semua input kan masuk dengan mudah, karena tidak ada ruang untuk meremehkan siapa pun. Akibatnya kita akan memiliki akses data yang sangat tinggi, akses informasi yang benar-benar melimpah, akses ilmu yang benar-benar meluas, ujungnya akan mampu mengambil ide-ide yang cemerlang dan gagasan-gagasan yang jitu. Berbeda dengan orang yang sombong, dia akan merasabahwa dirinyalah yang paling tahu semua hal. Akibatnya, dia tidak pernah mau mendengar masukan dari orang lain. Padahal setiap orang tentu memiliki kelemahan. Dan untuk memperbaiki kelemahan itulah kita membutuhkan koreksi dan masukan dari orang lain.
Dengan kebersihan hati, insya Allah, otak akan lebih cerdas, ide lebih brilian, gagasan lebih cemerlang. Orang yang bersih hati itu punya kemampuan berpikir lebih cepat dari orang lain. Namun orang yang kotor hatinya, cuma akan berjalan di tempat. Dia kan sibuk memikirkan kekurangan orang lain, yang ada dalam pikirannya hanyalah kejelekan orang. Hatinya akan menjadi sempit. Jika hati bersih maka wajah pun akan memancarkan kecerahan dan penuh keramahan. Bahkan Nabi Muhammad Saw juga demikian. Beliau tidak pernah berjumpa dengan oang lain kecuali dalam keadaan tersenyum cerah. Senyum yang penuh keikhlasan memang sangat bernilai besar, karena selain menjadi shadaqah juga akan menyehatkan tubuh. Bahkan menurut para ahli, senyum itu hanya menggunakan 17 otot, sedangkan cemberut 32 otot, makanya orang yangsering cemberut akan mengalami kelelahan otot.
Dalam berbicara pun kita harus sangat berhati-hati, sebab tak jarang melalui tutur kata, akan terlihat derajat seseorang. Sebab mulut ini ibarat teko yang mengeluarkan isinya. Jika di dalamnya berisi kopi tentu yang keluar juga kopi, tapi jika isinya air yang bening pasti keluar air yang bening. Orang yang berkualitas itu, jika berbicara ada struktur dan cirinya. Kalau dia berbicara yang keluar adalah ide atau gagasan, hikmah,solusi, ilmu dan zikir, sehingga pembicaraannya senantiasa bermanfaat. Kalau bunyi itu efektif. Semakin banyak omongan sia-sia, maka semakin turun kualitas orang itu, padahal ciri-ciri kualitas keislaman orang itu dilihat bagaimana kesanggupan menahan diri dari sesuatu yang sia-sia. Kalau kita selalu berusaha mengendalikan hati, detak jantung normal, wajah cerah, lisan enak, dan badan sehat. Lebih dari itu bergaul dengan siapa pun akan menyenangkan.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk mengenal potensi yang termahal dari hidup kita, yaitu hati kita sendiri. Hidupkan hati dengan memperbanyak ilmu, memperbanyak ibadah, dan zikir. Ladang untuk berkarya teramat luas, hiduplah dengan menjaga kebersihan hati, insya Allah hidup ini menjadi lebih indah dan penuh makna.
Hati adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Kita tidak bisa mengatur dan menata hati, kecuali dengan memohon pertolongan Allah agar Dia selalu menjaga hati kita. Hati adalah pangkal kehidupan. Jika Allah memberi hati kita yang bening, kitaakan banyak mendapat keuntungan dan bisa menjadi apa saja sesuai dengan keinginan. Bisnis bisa menjadi lancar dan sukses, menjadi pemimpin yang dicintai, suami yang dihormati, ayah yang disegani, menjadi apa pun bisa terwujud jika akhlak kita mulia di sisi Allah. Dan kuncinya adalah Qalbun Salim, yaitu hati yang selamat, selamat dari segala kebusukan. Sebab kesuksesan dan kemuliaan hanyalah milik orang-orang yang berhati bersih. Semoga kita termasuk di dalamnya